Saturday, June 30, 2012

SoftSkill :: Ilmu Budaya Dasar -- Manusia dan Kegelisahan

Kegelisahan berasal dari kata gelisah yang berarti tidak adanya ketenteraman hati, selalu merasa khawatir, tidak tenang, tidak sabar, cemas, dan lain sebagainya. Sehingga kegelisahan merupakan hal yang menggambarkan seseorang sedang tidak memiliki ketenteraman hati, merasa khawatir terhadap sesuatu, tidak tenang dalam bersikap dan bertingkah laku, tidak sabar dalam menanti sesuatu, ataupun sedang dalam kecemasan. Kegelisahan hanya dapat diketahui dari gejala tingkah laku atau gerak-gerik seseorang dalam situasi tertentu. Kegelisahan merupakan salah satu ekspresi kecemasan, di mana kecemasan itu sendiri berkaitan juga dengan masalah frustasi, yang secara etimologi disebutkan bahwa seseorang dapat mengalami frustasi karena apa yang diinginkannya tidak tercapai. Sigmund Freud, seorang ahli psikoanalisa berpendapat, bahwa ada tiga macam kecemasan yang dapat menimpa manusia, yaitu kecemasan kenyataan (obyektif), kecemasan neorotik, dan kecemasan moril.
  1. Kecemasan Kenyataan (Obyektif)
Adalah suatu pengalaman perasaan sebagai akibat dari pengamatan atau bahaya dari dunia luar. Pengalaman bahaya dan timbulnya kecemasan ini mungkin saja berasal dari sifat pembawaan, dalam arti kata, bahwa seseorang mewarisi kecenderungan untuk menjadi takut jika berada dekat dengan benda-benda tertentu dalam keadaan tertentu pula dalam lingkungan.
Kecemasan kenyataan ini merupakan suatu kenyataan yang pernah dialami oleh seseorang di masa lalu yang membuatnya menjadi shock. Sebagai contohnya, seorang wanita yang pernah mengalami kejadian penjambretan, ketika diajak kembali ke tempat tersebut dia akan menjadi gelisah karena takut hal tersebut akan terulang lagi padanya.
  1. Kecemasan Neorotis
Adalah kecemasan yang timbul karena pengamatan tentang bahaya dari naluriah. Sigmund Freud membagi  kecemasan ini menjadi tiga macam, yaitu kecemasan yang timbul karena penyesuaian diri dengan lingkungan, bentuk ketakutan yang irasional (phobia), dan rasa takut lain seperti gugup, gagap, dan lain sebagainya.
Kecemasan neorotis ini muncul karena adanya penyesuaian diri dengan lingkungan, takut akan hal yang dibayangkannya atau takut yang dibuat-buat sendiri sehingga menekan ego. Kecemasan ini membuat seseorang menjadi gelisah akan suatu hal buruk yang sedang dibayangkannya akan menjadi sebuah kenyataan. Sebagai contohnya,  ayah Dedi akan dipindahkan ke kota lain dan semua keluarganya harus ikut pindah pula ke kota tersebut. Kecemasan neoritis Dedi pun memuncak ketika ayahnya membicarakan hal tersebut kepadanya. Dia membayangkan bahwa hidupnya di daerah tersebut akan menjadi tidak sebahagia di tempat yang dia tinggali sekarang karena kota baru tempat di mana ayahnya akan dipindahkan tersebut terletak di suatu daerah yang terpencil yang jauh dari tempat hiburan, di mana Dedi sudah terbiasa untuk tinggal di kota besar yang banyak tempat hiburannya.
  1. Kecemasan Moril
Adalah kecemasan yang disebabkan karena pribadi seseorang. Tiap pribadi memiliki bermacam-macam emosi, antara lain iri, dengki, marah, gelisah, cinta, rasa kurang. Semua itu merupakan sebagian dari pernyataan individu secara keseluruhan berdasarkan konsep yang kurang sehat. Sikap seperti itulah yang sering membuat orang merasa khawatir, cemas, takut, gelisah, dan putus asa.
Apabila dikaji, sebab-sebab orang gelisah pada hakekatnya adalah karena takut kehilangan hak-haknya. Hal itu adalah akibat dari suatu ancaman, baik ancaman dari dalam maupun dari luar. Dalam mengatasi kegelisahan ini, pertama-tama kita mulai dari diri sendiri, yaitu dengan bersikap tenang. Dengan sikap tenang tersebut, kita dapat berpikir tenang sehingga segala kesulitan dapat teratasi.

No comments:

Post a Comment